Secuil Daging Qur’ban

blog

Proses pemotongan daging qur’ban di masjid Al-Hakim BSD

Kepala Kohar tertunduk, punggungnya membungkuk, kedua tangannya mengejang kaku mengepal, matanya melotot berair sambil mengeluarkan suara

Nggrookk…ngrookk…, aarrrggghhhhkkk…

“Praaangg…!

Suara piring yang berisi nasi dan 5 buah tusuk sate terjatuh pecah terlepas dari pegangannya, Kohar masih melotot, tubuhnya mengejang seketika, Kohar sedang berjuang mengeluarkan secuil daging sate yang menyumbat tenggorokannya. Kohar tersedak daging korban. Istrinya Ainun dan kedua anaknya Amir dan Umar yang sedang asik menikmati sate mendadak ikut panik dan langsung ambil-bagian membantu Ayahnya dengan memukul mukul leher belakang kohar yang sedang berjuang mengeluarkan daging korban yang masih betah mengganjal tenggorokannya.

“Coba pukul-pukul lehernya Mir..!, perintah sang istri sambil panik, melihat Kohar sepertinya sudah mulai kehabisan nafas.
“Umar..panggilin pak Burhan.,
cepat.!” Ainun mulai panik, karena dengan berbagai upaya cuilan daging ditenggorokan Kohar belum juga bisa keluar. Sementara itu Kohar detik demi detik semakin lemas, dan semakin putus asa.
Disaat sang istri putus asa, tiba-tiba Umar, pak Burhan dan tetangga lainya berdatangan. pak Burhan langsung memeluk Kohar dari belakang kemudian tubuh kohar dihentak-hentakan, sementara tetangga yang lainya membantu memukul mukul belakang leher. dan tiba-tiba secuil daging meluncur keluar dari mulut Kohar.
“Alhamdulillaaahhhhh…..”
orang-orang lega menyaksikan cuilan daging yang mengganjal ditenggorokan Kohar akhirnya berhasil dikeluarkan.

Dengan tubuh lemas sambil dipeluk oleh sang istri, mata kohar
menerawang kelangit-langit, mencoba mengingat-ingat sesuatu. Kohar salah seorang Panitia Penyembelihan Hewan Qur’ban di Masjid di dekat rumahnya, setelah selesai shalat Idul Adha, Kohar membawa sebilah golok tajam yang sudah diasah sehari sebelumnya. Sore harinya Kohar membawa 2 bungkus plastik kresek berwarna merah yang berisi daging qurban.
“Pah..kok dapetnya banyak banget?”istrinya Ainun bertanya keheranan.
“ Iya, yang satunya ini titipan buat pak Solihin”, jawab Kohar.
“Pak solihin lagi pulang kampong sama anak istrinya, rumahnya kosong gak ada orang, daging jatah pak Solihin kita simpen aja dulu di kulkas, nanti kalau dia pulang kita anterin kerumahnya Pah” kata Ainun“Gak usah lah..daging secuil ini, pak Solihin juga gak bakal nanyain’, jawab Kohar.
Sore hari itu juga Kohar, istri dan kedua anaknya langsung menyate dua bungkus plastik termasuk jatah daging kurban buat pak Solihin. Ternyata, kohar tersedak akibat
makan sate jatah daging untuk pak Solihin, meskipun secuil daging itu hampir saja merenggut nyawanya. Sambil terbaring lemas, Kohar dan keluarga bersyukur, Allah SWT telah memberikan pelajaran kepada dirinya, meskipun secuil kalau itu bukan hak tidak boleh diambil. Semoga cerita ini bisa menginspirasi kita untuk tidak mengambil segala sesuatu yang bukan hak kita
meskipun hanya secuil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s