Hanya Tuhan Yang Tahu

hanya-tuhan-yang-tahuHidup tidaklah seperti jalanan lurus, ada tanjakan, ada belokan ada tikungan tajam, bahkan terkadang kita dihadapkan oleh dua persimpangan jalan. Saat jalanan lurus dan datar, kita diajarkan untuk tetap tidak sombong dan takabur, ketika menanjak dan terjal kita diajarkan untuk tidak menyerah dan putus asa, saat jalanan berbelok menurun curam kita diajarkan untuk tetap waspada. Saat kita dihadapkan dua persimpangan jalan, kita diajarkan bagaimana bijak mengambil keputusan. Perjalanan hidup dengan semua dinamikanya telah banyak memberikan pelajaran-pelajaran sebagai bekal untuk melangkah meneruskan perjalanan selanjutnya sampai mengantarkan kita pada titik akhir.

Bukan puncak gunung yang membentuk kita, tapi adalah proses perjalanannya.

Titik akhir bukanlah tujuan, kelimpahan materi, tingginya jabatan atau sukses menjadi orang terkenal semua itu hanya tujuan yang bersifat materi, manusia tidak akan pernah bisa mencapai tujuan hidupnya jika tujuannya hanya sebatas materi semata. Sesungguhnya tujuan hidup adalah proses perjalanan hidup itu sendiri. Mereka yang cerdas adalah mereka yang tujuan hidupnya selalu menyiapkan bekal untuk kematiannya.

Ada satu pelajaran yang menarik telah saya dapatkan saat dulu aktif mengikuti kegiatan Arung Jeram sebagai anggota Mapala UI. Pelajaran itu adalah, apa saja tindakan yang kita lakukan jika terjatuh hanyut terbawa arus sungai. Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik, ikuti saja kemana arus sungai mengalir, usahakan posisi badan terlentang menghadap mengikuti arah kemana arus mengalir, tujuanya adalah agar kepala tidak terbentur batu-batuan, sambil kaki mengarahkan tubuh menuju kondisi sungai yang berair tenang. Setiap sungai pasti memiliki keadaan dimana kondisi berarus deras dengan penuh jeram, berarus sedang dan kondisi flat (air tenang namun dalam).

Filosofis terjatuh di sungai ini saya gunakan dalam kehidupan nyata, saat kondisi saya terjatuh dan terpuruk, dimana saya merasa tidak ada orang yang sanggup menolong selain diri kita sendiri. Disaat sepertinya kita telah kehabisan nafas, saat merasa diantara gagal atau berhasil, hidup atau mati, sukses atau bangkrut. Saya memasrahkan diri. Mengikuti arus mengalir, berusaha tidak panik, dengan tetap berdoa sambil mencari batu-batu pijakan mengarahkan saya menuju kondisi yang lebih tenang dan stabil.

Puji syukur, daripada kita berusaha melawan, hanya akan menghabiskan energi, lebih baik tenang, ikuti arus yang mengalir sambil berpikir dan berdoa bagaimana kita bisa menyelamatkan diri tidak tetap hanyut terbawa derasnya arus. Pasrah namun tetap berdoa dan berusaha, serahkan hasilnya kepada Allah, kemana arah arus mengalir membawa diri kita. Karena kita tidak akan pernah tahu 1, 2, 3 atau 5 tahun kedepan seperti apa.

Bila ada orang mengatakan masa depan Anda suram, dia salah. Dan bila ada orang yang mengatakan masa depan Anda cerah, dia juga salah karena pada dasarnya tak ada manusia yg tahu masa depan siapapun, termasuk masa depannya sendiri, walau yg mengucapkan kalimat itu adalah orang tua Anda sendiri, atau suami/istri Anda, atau paranormal yg katanya sangat hebat. Yang tahu mengenai masa depan adalah Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s