Proses Belajar Adalah Seumur Hidup

Ibu Lies dan Bu Maria, sedang belajar komputer

Ibu Lies dan Bu Maria, sedang belajar komputer

Banyak orang beranggapan bahwa proses belajar berhenti saat mereka sudah lulus sekolah atau kuliah. Berapa banyak buku yang kita baca, kursus kursus dan seminar-seminar yang kita ikuti sejak kita lulus kuliah?

Namun tidak bagi Ibu Lies dan Ibu Maria.

Bagi mereka, tidak pernah ada kata berhenti untuk belajar, itu yang dikatakan oleh Bu lies dan Maria saat mereka meminta kepada saya agar bersedia mengajarkan mereka komputer.

Pada awalnya saya agak heran, kenapa mereka mau belajar komputer di usia yang sudah 70 tahun, tentunya akan sulit, “Ini waktu yang tersisa yang saya punya mas”, jawab Bu Lies.

Melihat kondisi mereka yang sudah tua, membuat saya berpikir “Bisa gak nih gue ngajarin mereka, huruf di keyboard aja mereka masih cari-cari”, pikir saya dalam hati.

“Saya pengen belajar internet mas Teguh, anak-anak saya pada di luar negeri, saya sepi dirumah pengen bisa facebookan dan chating bisa ngobrol sama anak-anak saya, bisa kan ya mas Teguh?”, tutur Bu Lies.

Kemudia Bu Maria melanjutkan, “Iya mas..saya pengen lihat-lihat resep-resep masakan, terus mau belajar internet”.

Melihat semangat mereka membuat saya merasa berdosa jika tidak bersedia mengajarkan mereka, meskipun saya tahu, mengajarkan komputer kepada mereka bukanlah perkara gampang.

Pertemuan demi pertemuan mereka ikuti, saya ajarkan mereka dari bagaimana caranya menyalakan dan mematikan komputer dengan benar, menjelaskan kegunaan dan fungsi komputer, melatih tangan mereka mengetik keyboard dan  menggerakan mouse, lambat laun mereka mulai bisa membuka mozilla firefork, menggunakan search engine untuk mencari informasi mengenai masakan. Bahkan mereka bisa membuat dan menggunakan facebook, Email dan lainnya.

Beberapa minggu kemudian, “Mas Teguh,..bisa gak tolong belikan saya komputer untuk dirumah!, seru kayaknya kalau punya komputer dirumah, kayaknya saya sudah bisa make komputer sendiri mas” tutur Bu Lies

Bahagia sekali rasanya bisa mengajarkan mereka komputer, meskipun sesungguhnya dari beberapa pertmuan itu, sayalah yang telah belajar dari mereka.  Saya telah belajar bahwa ‘Tidak Ada kata berhenti dalam Belajar, belajar tidak mengenal usia, belajarlah sampai ajal menjemput. Semangat Bu Lies dan Bu maria untuk belajar komputer meskipun usia mereka telah lanjut, telah menginspirasi dan menjadi bahan pembelajaran buat saya. Jangan pernah berhenti belajar!

One thought on “Proses Belajar Adalah Seumur Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s